Selasa, 27 November 2012

TUGAS SOFTSKILL ANALISIS JURNAL



Jurnal 1

Tema : perilaku konsumen

ANALISIS PEMASARAN “SALON DION” DALAM MENARIK KONSUMEN


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Sebagaimana kita ketahui bahwa produk ataupun jasa yang dihasilkan oleh perusahaan tidak mungkin dapat mencari sendiri pembeli ataupun peminatnya. Oleh karena itu, produsen dalam kegiatan pemasaran produk atau jasanya harus membutuhkan konsumen mengenai produk atau jasa yang dihasilkannya. Salah satu cara yang digunakan produsen dalam bidang pemasaran untuk tujuan meningkatkan hasil produk yaitu melalui kegiatan promosi.
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa promosi adalah salah satu faktor yang diperlukan bagi keberhasilan dan strategi pemasaran yang diterapkan suatu perusahaan terutama pada saat ini ketika era informasi berkembang pesat, maka promosi merupakan salah satu senjata ampuh bagi perusahaan dalam mengembangkan dan mempertahankan usaha.
Suatu produk tidak akan dibeli bahkan dikenal apabila konsumen tidak mengetahui kegunaannya, keunggulannya, dimana produk dapat diperoleh dan berapa harganya. Untuk itulah konsumen yang menjadi sasaran produk atau jasa perusahaan perlu diberikan informasi yang jelas. Maka peranan promosi berguna untuk:
v Memperkenalkan produk atau jasa serta mutunya kepada masyarakat.
v Memberitahukan legunaan dari barang atau jasa tersebut kepada masyarakat serta
cara penggunaanya.
vMemperkenalkan barang atau jasa baru
Oleh karenanya adalah menjadi keharusan bagi perusahaan untuk melaksanakan promosi dengan strategi yang tepat agar dapat memenuhi sasaran yang efektif. Promosi yang dilakukan harus sesuai dengan keadaan perusahaan. Dimana harus diperhitungkan jumlah dana yang tersedia dengan besarnya manfaat yang diperoleh dari kegiatan promosi yang dijalankan perusahaan.
Sebagaimana diketahui bahwa keadaan dunia usaha bersifat dinamis, yang selalu mengalami perubahan yang terjadi setiap saat dan adanya keterkaitan antara satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu strategi pemasaran mempunyai peranan yang sangat penting untuk keberhasilan perusahaan umumnya dan pada bidang pemasaran khususnya. Disamping itu strategi pemasaran yang diterapkan harus ditinjau dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan pasar dan lingkungan pasar tersebut. Dengan demikian strategi pemasaran harus

dapat memberikan gambaran yang jelas dan terarah tentang apa yang dilakukan perusahaan dalam menggunakan setiap kesempatan atau peluan pada beberapa sasaran pasar.
Melihat pentingnya stratrgi pemasaran terhadap peningkatan volume penjualan perusahaan, maka saya tertarik untuk membahas layaknya usaha Salon Dion ini membuka cabang baru, maka penulis membuat penulisan penelitian dengan mengambil judul ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PADA USAHA “SALON DION”

1.2 Perumusan dan Batasan Masalah
1. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas dapat dirumuskan masalah            yaitu :  Apakah “Salon Dion layak untuk mendirikan cabang baru?
2. Batasan Masalah Dalam penelitian ini, penulis hanya membatasi masalah penulisannya pada metode mengenai studi kelayakan dengan menggunakan aspek-aspek studi kelayakan yaitu aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologi, aspek ekonomi dan sosial, aspek manajemen, dan aspek keuangan.

1.3 Tujuan Penelitian
            Tujuan dari penelitian yang penulis lakukan adalah untuk mengetahui layaknya pengembangan usaha Salon Dion untuk mendirikan cabang baru.

1.4 Manfaat Penelitian
            Manfaat untuk penulis dan pemilik usaha yaitu dapat mengetahui dan menambah pengetahuan mengenai studi kelayakan dan dapat mengetahui layaknya usaha Salon Dion untuk membuka cabang baru di Jl. Raya Kranggan, Bekasi.

1.5 Metedologi Penelitian
1. Objek Penelitian
            Objek penelitian dalam penulisan ilmiah ini adalah “Salon Dion” yang terletak di Jl. Margonda Raya.
2. Data atau Variabel
            Dalam menyusun penelitian ilmiah ini, penulis mendapatkan data dan informasi dengan menggunakan data primer maupun data sekunder.
  1. Data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari objek atau lokasi penelitian.
  2. Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari laporan keuangan usaha salon tersebut.
3. Metode Pengumpulan Data
            Dalam penelitian lmiah ini, penulis mengumpulkan dan mengolah data-data yang diperoleh dengan metode :
Studi lapangan dimana penulis langsung mengadakan penelitian dan mengumpulkan data-data yang diperlukan untuk mengolah data tersebut dengan wawancara atau observasi.




BAB II
LANDASAN TEORI


2.1  Kerangka Teori
1. Pengertian Studi Kelayakan Bisnis
Menurut Husain Umar (2001;17)
     “Study Kelayakan Bisnis merupakan penelitian terhadap rencana bisnis yang tidak hanya menganalisis layak atau tidak layak bisnis yang biasanya merupakan proyek investasi itu dilaksanakan”.
     Maksud layak atau tidak layak disini adalah perkiraan bahwa proyek akan dapat atau tidak dapat menghasilkan keuntungan layak, bila telah dioperasionalkan.

Menurut Suad Husnan dan Suwarsono (2000;4)
     “Studi Kelayakan Proyek adalah penelitian tentang dapat tidaknya suatu proyek atau usaha dilaksanakan dengan berhasil. Pengertian keberhasilan ini mungkin bisa ditafsirkan agak berbeda-beda.
     Ada yang menafsirkan dalam artian yang terbatas, terutama dipergunakan oleh pihak swasta yang lebih berminat tentang manfaat ekonomis suatu investasi. Sedangkan dari pihak pemerintah atau lembaga non profit. Pengertian menguntungkan bisa dalam arti yang lebih relative. Mungkin dipertimbangkan berbagai faktor seperti manfaat bagi masyarakat luas bisa berwujud penyerapan tenaga kerja, pemanfaatan sumber daya yang melimpah ditempat tersebut dan sebagainya.

1.   Tujuan Studi Kelayakan Bisnis
Tujuan studi kelayakan adalah sebagai berikut :
      a.       Untuk menghindari keterlanjutan penanaman modal yang terlalu besar untuk kegiatan yang ternyata tidak menguntungkan .
      b.      Untuk menghindari resiko kegagalan suatu proyek yang menyangkut investasi dalam jumlah besar.

2.   Manfaat Studi Kelayakan Bisnis
pihak-pihak yang membutuhkan laporan studi kelayakan bisnis itu dapat dijelaskan dibawah ini :
            a.       Pihak Investor jika hasil studi kelayakan yang telah dibuat ternyata layak                                        direalisasikan, pemenuhan kebutuhan akan pendanaan dapat mulai dicari.
            b.      Pihak Kreditor Pendanaan proyek dapat juga dipinjam dari bank.
            c.       Pihak Manajemen Perusahaan Studi kelayakan bisnis dapat dibuat oleh pihak                                 eksternal perusahaan maupun pihak internal perusahaan.
            d.     Pihak pemerintah dan masyarakat studi kelayakan bisnis yang disusun perlu                                     memperhatikan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah

3.   Tahapan Studi Kelayakan Bisnis
Tahapan studi kelayakan bisnis adalah :
<!--[if !supportLists]-->a.       <!--[endif]-->Penemuan ide produk yang akan dibuat haruslah berpotensi untuk laku dijual dan menguntungkan.
<!--[if !supportLists]-->b.      <!--[endif]-->Peneltian setelah ide proyek dipilih, selanjutnya dilakukan penelitian yang lebih mendalam dengan memakai metoe ilmiah.
<!--[if !supportLists]-->c.       <!--[endif]-->Rencana pelaksanaan setelah rencana bisnis dipilih untuk direalisasikan, perlu dibuat rencana kerja pelaksanaan pembangunan proyek.

<!--[if !supportLists]-->4.   <!--[endif]-->Investasi
Pada dasarnya kriteria penialaian investasi dapat digolongkan menjadi dua golongan sebagai berikut :
<!--[if !supportLists]-->a.       <!--[endif]-->Kriteria investasi yang didasarkan pada konsep keuntungan income
<!--[if !supportLists]-->b.      <!--[endif]-->Kriteria investasi yang didasarkan pada konsep cash flows

<!--[if !supportLists]-->5.   <!--[endif]-->Capital Budgeting
Capital budgeting adalah keseluruhan proses perencanaan dan pengambilan keputusan mengenai pengeluaran dana dimana jangka waktu kembalinya dana tersebut melebihi waktu satu tahun. Batas jangka waktu satu tahun tersebut tidaklah mutlak termasuk dalam golongan pengeluaran dana untuk pembelian aktiva tetap, yaitu tanah, bangunan-bangunan, mesin-mesin, dan peralatan-peralatan lainnya.
<!--[if !supportLists]-->6.   <!--[endif]-->Cash Flow
“Ada beberapa cara penilaian usul investasi berdasarkan pada aliran kas (cash flow) dan bukan pada keuntungan yang dilaporkan dalam buku. Itu disebabkan karena untuk dapat menghasilkan keuntungan tambahan, kita harus mempunyai kas untuk ditanamkan kembali. Kita mengetahui bahwa keuntungan yang dilaporkan dalam buku belum pasti dalam bentuk kas, sehingga dengan demikian jumlah kas yang ada dalam perusahaan belum tentu sama dengan jumlah keuntungan yang dilaporkan dalam buku”.

2.2 Alat Analisis
Ada beberapa macam metode penilaian investasi dalam aktiva tetap, namun penulis hanya akan membahas 4 metode penilaian usulan investasi yang berdasarkan pada aliran kas yaitu sebagai berikut :
<!--[if !supportLists]-->a.      <!--[endif]-->Metode Payback period (periode pengembalian)
Menurut Husain Umar payback period adalah suatu periode yang diperlukan untuk dapat menutup kembali pengeluaran investas dengan menggunakan proceeds atau juga bisa diartikan jumlah tahun yang dibutuhkan untuk menutupi pengeluaran awal.
<!--[if !supportLists]-->b.      <!--[endif]-->Metode Net Present Value (nilai bersih sekarang)
Menurut Syarifudin Alwi Net Present Value merupakan model yang memperhitungkan pola cash flow keseluruhan dari suatu investasi, dalam kaitannya dengan waktu berdasarkan discount rate tertentu.
<!--[if !supportLists]-->c.       <!--[endif]-->Profitability Index (indeks keuntungan)
Definisi dari Profitabiliti Index adalah rasio nilai sekarang dari arus kas bersih pada masa depan terhadap pengeluaran awalnya. Kriteria nilai bersih sekarang investasi memberika ukuran kelayakan usaha dalam nilai uang yang absolut, maka indeks keuntungan memberikan ukuran relatif dari keuntungan bersih masa depannya terhadap biaya awal.
<!--[if !supportLists]-->d.      <!--[endif]-->Metode Internal Rate of Return (tingkat pengembalian internal)
Metode ini dapat didefinisikan sebagai tingkat bunga yang akan menjadikan jumlah nilai sekarang dari proceed yang diharapkan aka diterima sama denga jumlah nilai sekarang dari pengeluaran modal.




BAB III
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

3.1 Data dan Profil onjek penelitian
            Dion Salon ini didrikan sekitar tahun 2009 oleh Bapak Dion, yaitu tepatnya pada tanggan 16 Mei 2009 yang berlokasi di Jl. Raya Mergonda, yag kemudian pemilik ingin mendirikan cabang baru yang berlokasi di Jl. Raya Kranggan, Bekasi. Pada mulanya Bapak Dion adalah seorang karyawan di salah satu Salon yang berada di daerah Depok. Akan tetapi dikarenakan suatu hal Bapak Dion keluar dari Salon tersebut. Untuk memenuhi kehidupan sehari-hari Bapak Dion mencoba membangun usaha dengan modal yang seadanya, maka beliau mendirikan usaha salon ini.
            Modal awal Bapak Dion dalam pendirian cabang baru adalah Rp 25.000.000,00. Digambarkan bahwa usaha salon ini berlokasi didaerah yang strategis karena terletak dipinggiran jalan raya. Pasar sasarannya dikhususkan untuk wanita seperti anak-anak, remaja, hingga dewasa. Berdasarka gambaran umum usaha tersebut dapat berkembang baik dalam pelaksanaan kegiatannya untuk masa-masa mendatang.




GB 3.1
STRUKTUR ORGANISASI
Disini pemilik mempunyai wewenang dan tanggung jawab yang tinggi sebagai seorang pemilik usaha, ia mempunyai tugas mengatur masalh keuangan dan juga ikut membantu kedua karyawan untuk melayani para konsumen. Kedua karyawan tersebut melayani konsumen yang datang.
BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian dan Analisis / Pembahasan
 1. Aspek-aspek studi kelayakan
Didalam melakukan studi kelayakan banyak hal yang harus diperhatikan guna memaksimalkan kegiatan yang dilakukan, hal ini dimaksudnkan agar resko-resiko dapat diperkirakan dan dihindari. Maka perlu dilakukan berbagai macam penelitian :

  1. Aspek pasar dan pemasaran
            Untuk menyesuaikan data, tujuan, dan visi usaha restoran ini, maka perlu diperhatikan beberapa hal yang menunjang untuk berdirinya dan berjalannya usaha ini.
·         Pasar potensial
Dilihat dari situasi tempat dimana usaha salon “Salon Dion” yang akan didirikan ini, usaha salon ini mempunyai tempat yang sangat strategis, karena letaknya yang dekat dengan Universitas dan lingkungannya juga sangat ramai.
·         Harga
Harganya relative murah dan terjangkau oleh konsumen dan menjadikan konsumen untuk datang kemudian mencoba pelayanan jasa yang ditawarkan oleh salon tersebut.
·         Pesaing
Diberbagai bentuk usaha pastilah akan memiliki pesaing, begitu pula dengan usaha salon Dion ini. Dalam mengatasi persaingan, usaha salon ini menyediakan berbagai pelayanan jasa kecantikan dengan harga yang terjangkau dan pelayanan yang ramah.
·         Promosi
Promosi adalah suatu alat komunikasi bagi para konsumen agar mengetahui dan mengenal ‘Salon Dion” yang akan didirikan ini. Bentuk promosi yang dilakukan adalah dengan cara menempelkan pamflet-pamflet disekitar lingkungan usaha salon ini akan didirikan.

  1. Aspek Teknis dan Teknologi
·         Proses produksi
Dalam menjalankan usaha salon ini, pemilik dan karyawan menggunaka peralatan yang telah tersedia.
·         Lokasi usaha salon “Salon Dion”
Dalam membuka usaha salon Dion ini, pemili memilih lokasi yang berada di Jl. Raya Kranggan Bekasi. Lokasi ini dipilih karena letaknya yang strategis dan ramai.
·         Pembuangan limbah
Pihak usaha salon ini juga harus memperhatikan bagaimana pembuangan limbah dari proses produksinya. Pemilik sudah menyiapkan tempat sampah untuk membuang rambut konsumen yang telah dipotong dan juga para karyawan bergiliran membersihkan lantai agar terjaga kebersihannya.
·         Skedul kerja
Usaha salon ini membuka usahanya dari hari senin sampai sabtu dari pukul 08.00-22.00 WIB, sedangkan hari mnggu dijadikan hari libur untuk para karyawan.

  1. Aspek Ekonomi dan Sosial
            Dengan berdirinya usaha salon ini dapat membantu perekonomian Bapak Dion. Usaha salon ini juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang ingin bekerja.

  1. Aspek Manajemen
            Aspek keuangan merupakan aspek yang sangat menentukan dalam berjalannya suatu kegiatan usaha, karena berjalan atau tidaknya suatu usaha sangat tergantung pada ketersediaan dana, biaya modal serta kemampuan proyek untuk membayar kembali dana tersebut.

TABEL 4.1
Investasi Salon Dion yang berlokasi di Jl. Raya Kranggan Bekasi
Pada tahun 2009
Nama barang
Biaya Angkut
Harga Satuan
        Total
Kaca
          2,524
            3,786
        6,310
Bangku dan meja
          3,680
            5,520
        9,200
Alat salon
          3,780
            5,670
        9,450
Obat rambut
          3,308
            4,962
        8,270
lemari
          3,459
            5,223
        8,682

TABEL 4.2
Biaya Promosi Salon Dion
No
    Periklanan
Personal Selling
     Publisitas
     Total
1
        5,00
        2,00
         3,00
    10,00
2
        6,20
        2,48
         3,72
    12,40
3
        7,40
        2,96
         4,44
    14,80
4
        8,20
        3,28
         4,92
    16,40
5
        9,40
        4,35
         5,55
    19,30


TABEL 4.3
Biaya promosi dan Biaya Distribusi
Biaya Distribusi (x1)
Biaya Promosi (x2)
6.310.000.000
10.000.000.000
9.200.000.000
12.400.000.000
9.450.000.000
14.800.000.000
8.270.000.000
16.400.000.000
8.682.000.000
19.300.000.000



TABEL 4.4
Hasil Pelayanan Jasa Salon Dion
Tahun
Hasil Penjualan (y)
2007
130.000.000.000
2008
150.000.000.000
2009
180.000.000.000
2010
216.000.000.000
2011
290.000.000.000


Jumlah biaya distribusi dan promosi yang dikeluarkan diharapkan dapat meningkatkan hasil penjualan pada salon Salon Dion. Dimana pada setiap strategi dan langkah masing-asing pemakaian biaya distribusi secara menyeluruh ditujukan untuk mencapai target yang diharapkan.
            Maka dipergunakan metode analisa berdasarkan koefisien dan persamaan regresi sehingga dari analisa ini dapat diketahui pengaruh hubungan 2 variabel yaitu: variabel (x1) distribusi dan variabel (x2) promosi terhadap hasil penjualan (y).

4.4. Analisa Regresi Linier Berganda
            Untuk mengetahui adanya hubungannya antara biaya distribusi dan biaya promosi terhadap hasil pelayanan Salon Dion, maka analisis yang dipergunakan dalam penulisan ini didasarkan pada analisis regresi linier berganda dan analisis korelasi berganda untuk mengujian data yang ada.
            Untuk mengetahui hubungan antara variabel tidak bebas/terikat penjualan (y) dengan 2 variabel bebas yaitu biaya distribusi (x1) dan biaya promosi (x2). Maka dapat dilakukan dengan perhitungan regresi berganda yang didalamnya terdapat 2 atau lebih variabel bebas. Bentuk persamaan regresi linier berganda dengan 2 variabel bebas adalah:

Y   =    a + b1x1 + b2x2

Keterangan:   
Y         =    variabel terikat (dependen)
x1,x2     =    Variael bebas (independen)
b1,b2     =    Koefisien regresi linier berganda
a          =    Konstanta


Tabel 4.5
Perhitungan Regresi
Dengan 2 Variabel Bebas (independen)
(dalam milyar rupiah)
Thn
y
x1
x2
y2
x12
x22
x1.y
x2.y
x1.x2
98
99
00
01
02
130
150
180
216,3
290
6,31
9,20
9,45
8,27
8,68
10
12,4
14,8
16,4
19,3
16.900
22.500
32.400
46.785,69
84.100
39,81
84,64
89,30
68,39
75,34
100,00
153,76
219,04
268,90
372,49
820,3
1.380,0
1.701,0
1.788,8
2.517,2
1.300
1.860
2.664
3.547,32
5.597
63,10
114,08
139,86
135,62
167,52
å =
966,3
41,91
72,9
202.685,69
357,48
1.114,19
8.207,3
14.968,32
260,18


4.5. Mencari Persamaan Estimasi

A   =    nå x1y – (åx1) (åy)
      =    5 (8207,3) – (41,91) (966,3)
      =    41036,5 – 40497,63
      =    538,87

B   =    nå x22 – (å x2)2
      =    5 (1114,19) – (72,9)
      =    5570,95 – 5314,41
      =    256,54

C   =    nå x1. x2 – (åx1) (åx2)
      =    5 (620,18) – (41,91) (72,9)
      =    3100,9 – 3055,23
      =    45,67

D   =    nå x 2y - (åx2) (åy)
      =    5 (14968,32) – (72,9) (966,3)
      =    74841,6 – 70443,27
      =    4398,33

E    =    nå x12 - (åx1)2
      =    5 (357,48) – 41,91)2
      =    1787,4 – 1756,44
      =    30,96


F    =    EB – (C)2
      =    (30,96) (256,54) – 45,67)2
      =    7942,47 – 2085,74
      =    5856,73

Kemudian hasil dari A, B, C, D, E, dan F disubtitusikan kerumus b1, b2 dan a :
b1   =    AB – CD
F
      =    (538,87) (256,54) – (45,67) (4398,33)
5856,73
      =    138241,70 – 200871,73
5856,73
      =    -62630,03
  5856,73
      =    -10,6936

b2  =    DE –AC
F
      =    (4398,33) (3096) – (538,87) (45,67)
 5856,73

      =    136172,29 – 24610,19
5856,73
      =    111562,1
 5856,73
      =    19,0485

a    =    åy – b1 x1 – b2 x2
                       n
      =    966,3 – 10,6936 (41,91) – 19,0485 (72,9)
                                       5
     
=    966,3 – 448,1687 – 1388,6356
                            5
      =    966,3 – 940,4669
                        5
      =    5,1666

               Maka persamaan estimasinya adalah :
Y   =    a + b1 x1 + b2 x2
Y   =    5,1666 - 10,6936 x1 + 19,0485 x2

               Dari persamaan diatas dapat dilihat bahwa penambahan biaya distribusi (x1) akibat terjadinya keterlambatan pengiriman (keterlambatan dalam pengapalan) akan menyebabkan terjadinya penurunan sebesar 10,6936 dan sebaliknya bila terjadi penambahan biaya promosi (x2) dengan cara memperluas promosi akan menyebabkan kenaikan sebesar 19,0485. Sedangkan bila tidak ada promosi dan biaya distribusi maka penjualan yang diperoleh sebesar 5,1666.

4.6.  Analisa Koefisien Determinasi
Analisa ini digunakan untuk mengetahui variabel-variabel independen yang ada yang paling mempengaruhi variabel dependennya, dalam hal ini adalah tingkat penjualan yang terjadi.
Untuk dapat mengetahui keterangan mengenai ketetapan pengukuran yang sesuai dengan keadaan sebenarnya perlu dibuat analisis koefisien determinasi yang menggunakan rumus :

r2   =    n (a åy + b1 å x1y + b2 å x2 y) – (åy)2
                             n åy2 - (åy)2
      =    5 (5,1666.966,3 + (-10,6936) (8207,3) + 19,0485 (14968,32) – 966,3)
                                                   5 (202685,69) – (966,3) 2
      =    5 (4992,48 + (-87765,58) + 285124,04) – 933735,69
                                   1013428,45 – 933735,69
      =    5 (202350,94) - 933735,69
                           79692,76
         r2    =    0,978997464
r2    =    0,978

Dari perhitungan diatas dapat diketahui bahwa koefisien determinasinya adalah sebesar r2 = 0,978, yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara variabel biaya distribusi dengan biaya promosi, sedangkan sisanya ditentukan oleh faktor lain.


4.7.   Analisa Korelasi Berganda
               Analisa ini digunakan untuk menentukan besaran yang menyatakan seberapa besar hubungan suatu variabel dengan variabel lain. Dimana nilai dari koefisien korelasinya berkisar antara –1 sampai +1. Hubungannya dengan data diatas diketahui bahwa koefisien determinasinya r2 = 0,978
               Dari hasil tersebut maka dapat diketahui berapa besar nilai koefisien korelasinya dengan menggunakan rumus:
r  =  Ö r2

                maka,  r = 0.988
              
               Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa koefisien korelasinya r= >0, artinya bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat antara biaya distribusi dengan biaya promosi. Dalam arti lain bahwa semakin besar biaya distribusi maka, semakin besar pula biaya promosi yang akan dikeluarkan. Atau sebaliknya semakin kecil biaya distribusi yang dikeluarkan maka, semakin kecil pula biaya promosi yang akan dikeluarkan oleh perusahaan.



BAB IV
PENUTUP


5.1 Kesimpulan
             Dengan melihat dari pembahasan diatas makan dapat disimpulkan bahwa investasi pada salon “Salon Dion” ini dapat diterima dengan melihat dari aspek-aspek studi kelayakan yaitu (1) Aspek Pasar dan Pemasaran yang didalamnya membahas tentang pasar potensial, harga, pesaing, dan promosi. (2) Aspek Teknis dan Teknologi yang didalamnya membahas proses produksi, lokasi usaha Salon Dion, dan pembuangan limbah. (3) Aspek Ekonomi dan Sosial. (4) Aspek Manajemen. (5) Aspek keuangan Dengan menggunakan perhitungan dari metode regresi linier berganda diketahui bahwa koefisien determinasinya r2 = 0,978 serta koefisien korelasinya sebesar r =  0,988 yang berarti bahwa biaya distribusi dan promosi mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap peningkatan hasil penjualan.
5.2 Saran
            Dalam hal ini untuk dapat lebih meningkatkan volume pemasaran, maka perusahaan dapat melakukan hal-hal berikut:
·         Meningkatkan promosi atau dengan mempromosikan layanan jasanya dengan lebih efektif lagi.
·         Memberikan pelayanan yang lebih baik sehingga konsumen merasa lebih puas lagi.
  • Salon Dion ini diharapkan agar dapat meningkatkan biaya saluran distribusi dan biaya promosi untuk dapat mendatangkan




NAMA         : RIZQIYA FIRDAUSY AESQY
NPM            : 16210205
KELAS        : 3EA10



Tidak ada komentar:

Posting Komentar